Kamis, 08 November 2012

Berbagi Buah Khuldi



Telah dijelaskan dari berbagai riwayat bagaimana buah khuldi itu. Nabi Adam dan Siti Hawa telah dilarang untuk mendekati pohon khuldi itu, ternyata mereka tidak sanggup untuk menahan keinginannya, sehingga sempatlah dia memakan buah itu. Namun nabi Adam berhasil ditahan oleh malaikat dan buah khuldi itu hanya sempat masuk ke dalam mulut dan tidak sempat ditelannya.

Pohon khuldi beserta semua yang berkaitan dengannya, tentulah sesuatu yang paling menarik perhatian kepada manusia. Namun sayang, Allah swt melarang untuk mendekati pohon itu. Allah swt telah menjelaskan juga apa akibat yang diderita oleh manusia yang tidak sanggup menahan, dan memakan buah khuldi itu. Sudah jelas apabila kita melakukannya tentu akan membuat kita celaka, walaupun memenuhi keinginan itu akan memuaskan hati.

Banyak contoh pada saat sekarang, bahwasanya yang dilarang oleh Allah swt tetapi manusia tetap melakukannya. Segala hal yang menarik hati, tetapi dari segi hukum Islam itu dilarang. Yang mengalami kecelakaan juga terus berjatuhan, tetapi manusia terus mencari celah pembenaran, supaya keinginan dari dalam hatinya dapat dilegalkan.

Inspirasi itu Berkaitan Dengan Makanan


Manusia adalah makhluk berpikir dan mengingat segala hal yang dialami. Dalam al-Quran Allah swt berfirman: 

Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri? (An-Nahl : 48)

Semua yang terbayang didalam pikiran manusia itu semua adalah makhluk Allah swt, termasuk didalamnya segala inspirasi atau gagasan, opini dan pendapat yang muncul pada saat-saat tertentu. Semua yang muncul itu tergantung pada kondisi dan komposisi darah kita, yang mengalirkan darah dari dalam ruang jantung ke jaringan sel-sel otak. Maka disanalah semua sinyal-sinyal akan mengalami perubahan. Oleh sebab itu terjadilah keadaan bolak-balik dalam gelombang tertentu dan kemudian oleh proses berpikir manusia itu akan diterjemahkan ke dalam ungkapan dan bahasa. Namun semua yang terjadi didalam diri manusia itu tetap tidak sama dengan apa yang dirasakan. Manusia hanya bisa menterjemahkan ungkapan itu cuma sedikit.

Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk  kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis  kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu ". (An-Nahl : 109)

Tentulah Allah swt mengharapkan manusia itu sebagai orang yang penuh kebaikan, dan bermula kebaikan itu dari niat atau inspirasi didalam jiwanya. Semua pekerjaan yang dilakukan oleh manusia itu tentulah memiliki harapan untuk kebaikan untuk dirinya sendiri. Supaya dirinya tetap baik, maka haruslah memasukkan segala sesuatu kedalam dirinya itu yang baik dan berasal dari segala yang baik-baik. Dengan cara demikian akan baiklah seluruh diri manusia, begitu juga didalam jiwa, pikiran dan perbuatannya. Makanan yang baik itulah yang musti diperhatikan, atas dasar takut memakan makanan yang tidak baik. Karena rasa takut akan mencelakakan jiwa manusia itu, maka ditetapkanlah hukum terhadap manusia supaya terlindung dia dari segala macam keburukan dan tidak terjerumus kepada kecelakaan. Semua diatur menurut hukum-hukum tertentu, yang mana membatasi manusia pada pekerjaan yang musti dilakukan, boleh dilakukan, tidak baik dilakukan, tidak boleh sama sekali dilakukan. Semua itu juga diatur sesuai kondisi dan relatif.

Seseorang menilai orang yang lain karena memang sudah tabi'at manusia saling mengenal satu sama lain. Suatu kualitas manusia menilai kualitas manusia yang lain, maka haruslah terlebih dahulu mengenali dirinya sendiri. Kebaikan yang ada pada dirinya sendiri, terhadap kesesuai dengan orang yang lain, pada penilaian suka atau tidak suka. Jadi tidak akan ditemukan kebenaran apabila tidak diketahui standard kualitas manusia sebenarnya, maka terlebih dahulu seseorang harus melakukan pengakuan kepada dirinya sendiri. Apabila seseorang telah beriman kepada Allah swt dengan sebenar-benarnya dan naik saksi dengan sebenar-benarnya yang tumbuh dari hati nuraninya, maka Allah swt akan menjelaskan semua kekurangannya.

Wallahu a'lam

Rabu, 07 November 2012

Doa Kemudahan Semua Urusan


Semua kita mengharapkan supaya mendapat kemudahan dimana saja. Kita memohon kepada Allah swt, supaya setiap urusan kita itu mudah untuk kita jalani. Dan yang lebih penting adalah kita mendapatkan kemudahan hingga ke akhir nanti.

Tak Perlu Menunggu Uang Turun


Sebuah fenomena yang terjadi pada orang pinter pada masa sekarang di negeri kita bahwa mereka tidak mau bekerja apabila tiada kepastian akan dibayar. Begitu ramai orang terpelajar sekarang tetapi semua ide dan gagasan yang dipikir olehnya terpaksa disimpan disebabkan mereka menunggu ada proyek yang akan membayar ide atau gagasan mereka itu. Bisa saja ide dan gagasan mereka itu akan hilang dan lupa, padahal ide gagasan mereka itu kemungkinan akan membawa dampak manfaat yang besar. Namun mereka terpaksa melakukan hal itu karena mereka mencurigai orang akan menukar nama diatas ide dan gagasannya.

Fenomena ini bisa dimaklumi karena pendidikan di negeri ini didapat dengan pengorbanan uang yang besar, dan bahkan sampai ratusan juta rupiah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan gelar. Hal itu menyebabkan mereka pelit untuk membagi kebaikan yang telah ada pada dirinya. Oleh sebab itulah, gara-gara sifat dengki yang ada itu telah menghanguskan segala kebaikan yang ada padanya. Seperti ibarat pahala sebesar gunung Seulawah itu dapat hancur disebabkan oleh setitik hasad dengki penyakit hati.

Ada suatu hal yang apabila orang akan menyumbang sesuatu tanpa dibayar, ialah orang yang peduli dengan urusan orang lain. Orang yang suka mengkritik karena marah, mereka akan mengeluarkan pendapat dengan sukarela, bahkan rela mati untuk melakukan pertentangan. Tiada siapapun yang membayar mereka yang menkritik.

Fenomena orang pinter menuntut dihargai dan digaji merupakan suatu penyakit sosial yang perlu dikurangi bahkan dihilangkan, tetapi semua itu akan bisa terlaksana apabila sistem pengelolaan masyarakat didalam suatu negeri dapat dilakukan dengan baik. Pengelolaan sosial masyarakat itu boleh diibaratkan seperti memelihara tanaman supaya dapat berbuah dengan sendirinya. Begitu juga manusia yang tumbuh disuatu negeri, mereka semua dapat memiliki produktivitas yang baik, tumbuh, bermanfaat bagi semua manusia yang lain, berikut semua makhluk yang ada di atas negeri itu.

Persoalan Banjir


Saya membayangkan persoalan banjir itu mirip seperti anak kecil yang pipis, lalu air kencingnya tertumpah keluar celananya. Tetapi bagi anak kecil yang dikenakan pampers maka air kencingnya akan diserap. Begitu juga permasalahan banjir yang terjadi, disebabkan kurangnya sistem pampers di tempat-tempat yang sering terjadi hujan atau curah hujan pada suatu ketika menjadi tinggi.

Menurut hemat saya ada tiga hal yang perlu diperhatikan tentang penyebab terjadinya banjir, yang pertama adalah kurangnya penyerapan air disepanjang daerah yang turun hujan. Penyerap air hujan itu dapat dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan, tanah, kayu-kayu kering, dedaunan kering, lapisan kompos diatas tanah, dan yang paling sedikit adalah diminum oleh hewan dan binatang. Perbandingan daya serap air hujan dan curah hujan yang tinggi itulah yang menyebabkan kelebihan air yang banyak, sehingga terjadi genangan air yang disebut dengan ie raya atau banjir. Yang kedua adalah sungai sekarang lebih pendek, artinya sungai-sungai sekarang di daerah kita telah terjadi pemendekan untuk mempercepat aliran air ke laut. Seandainya sungai dari hulu menuju ke hilir atau laut itu dibuat sepanjang mungkin, maka air akan terisi lebih banyak kedalam sungai. Itu bisa dikondisikan dengan cara membentuk sungai lebih berkelok atau dibuat cabang-cabang yang dapat dimanfaatkan. Air hujan tidak terlalu cepat mengalir ke laut. Yang ketiga, perlu dibuat bendungan dan bisa difungsikan untuk mengumpul energi-energi potensial. Bendungan untuk menampung air yang sewaktu-waktu terjadi musim kemarau, maka daerah pegunungan masih tersimpan air yang dapat dialirkan ke daerah yang lebih rendah, bendungan juga dapat melindungi hewan atau binatang air di daerah dataran tinggi.

Mungkin dua hal itu kalau bisa dikondisikan di daerah kita maka akan bisa mengatasi permasalahan banjir ketika curah hujan tinggi.


Selasa, 06 November 2012

Keseimbangan itu hakikat keadilan


Semua yang kita amati di alam semesta ini adalah dikendalikan secara seimbang, walaupun pada masanya nanti akan terjadi akhir. Pada hakikatnya itu juga menuju kepada situasi yang seimbang. Seperti air yang turun mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Seperti panas yang lama kelamaan menjadi dingin. Seperti kecepatan yang lama kelamaan menjadi kelambatan. Seperti ledakan yang terjadi dari padat lalu hancur menjadi bagian-bagian yang kecil dan halus.

Apabila sesuatu yang belum berhenti, maka dia memerlukan suatu tempat untuk berhenti. Maka seperti halnya manusia yang tidak bisa berhenti karena kebutuhan yang harus ditutupinya setiap waktu. Dari kebutuhan pokoknya, yaitu makanan, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pemenuhan kepuasan dalam kehidupannya. Semua itu sudah barang tentu, harus didukung oleh kemampuannya yaitu kemampuan mencari dan memenuhi kebutuhannya, kemampuan menyimpan dan mempergunakannya. Apapun yang dimiliki dan disimpannya itu akan berguna pada saat tertentu saja, maka apabila kemampuannya menurun pada saat menyimpan, semua kebaikan yang dimiliki itu akan kurang manfaatnya dan akan terjadi kerusakan. Andaikata dia menggunakan sesuatu yang dimilikinya dalam keadaan rusak, itu akan mengakibatkan kerusakan juga pada dirinya sendiri.

Perbuatan itu ada pada niat, perkataan dan pekerjaan. Maka itu semua juga sama sifatnya seperti materi sebagaimana telah ditulis diatas. Bagaimana perbuatan kita harus memenuhi keadilan dan keseimbangan, maka jika itu terjadi secara keseluruhan atau secara global yang diikuti oleh pemahaman kita semuanya dinamakanlah Tuhan Maha Adil. Itu memang demikian, kita musti percaya bahwa Allah swt Maha Adil, tetapi kita saja yang belum sampai kepada memahami secara global tentang hakikat keseimbangan dan keadilan.

Suatu hal yang ada pada tabi'at manusia yaitu sifat baik dan buruk. Baik itu cuma satu, dan berada pada keseimbangan dan yang selain itu adalah buruk, dimana terjadi kekurangan atau kelebihan. Semua berubah-ubah menurut waktunya dan kita musti berjalan secara seimbang menghadapi berbagai terpaan cobaan dan ujian. Akibat dari ketidakseimbangan yang terjadi baik didalam diri manusia atau yang berdampak dari pengaruh luar itu maka disebutlah pada manusia itu ada penyakit. Satu bagian gangguan kesehatan manusia itu pada pikiran atau hatinya. Karena kebanyakan penyakit itu disebabkan oleh pikiran atau hatinya. 

Seiriang waktu manusia terus di uji, diberi cobaan sampai energinya sedikit demi sedikit atau secara cepat akan hilang, maka tibalah saatnya manusia mati. Namun segala akibat dari niat, perkataan, dan pekerjaannya itu masih tertinggal pada semua yang ketika hidupnya ia berinteraksi. Oleh sebab itulah ketika manusia mati, maka belum selesailah dia dari pertanggungjawaban kepada Allah swt Tuhan semesta alam.

Kamis, 01 November 2012

Cok Peng Si 'oen


Go nyoe lon cuba ci tuleh ngoen bahasa Aceh seubab leumah pikiran lon dengoen bhah Cok Peng Si'oen. Jadi bak siuroe lon keunong kahduri. Bak teumpat nyan keuh teuleungoe na ureung kheun "Peu droen ka neucok peng si'oen?" Nyoe maksud jih, na ureung pegawai negeri, ka pensiun, jadi peugeot haba khem jih nakeuh, cok peng si'oen.